PURI ANJALI: Pondok Ramadhan 2014

, , 10 comments
Kali ini aku akan sedikit mengulas kegiatan Puri Anjali pada Ramadhan tahun lalu, 2014.

Berbekal dari keresahan ibuk terhadap kondisi adik-adik sekitar rumah yang memiliki waktu libur sekolah yang panjang menjelang akhir bulan Ramadhan tapi orangtuanya kadang kurang dapat memberikan kegiatan yang positif --iya, ibuk memegang peranan penting dalam setiap kegiatan kami-- maka kami mengadakan acara Pondok Ramadhan selama 2 hari 1 malam di rumah. Apa saja sih kegiatannya? Silakan tengok aksi keduapuluh adik-adik ini :)


1. Ada ustadz Fauzi yang mengisi acara tarjamah bacaan shalat alias menerjemahkan apa sih sebetulnya arti bacaan shalat kita, mulai dari niat shalat, takbiratul ikhram, doa iftitah, ruku', i'tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, tahiyat, hingga salam. Biar adik-adik bisa lebih khusyuk dan memahami "kita berdialog apa sih dengan Allah ketika shalat?" Lalu tidak lupa juga adik-adik praktik shalat dhuha diimami oleh ustadz Fauzi.
Bersama ustadz Fauzi

2. Kami juga main-main loh. Ada tetangga kami (yang ketiga anaknya juga sering dolan ke rumah) yang pandai melukis. Bu Ninik ini kemudian mengajari adik-adik membuat kaligrafi yang indah di selembar kertas karton besar. 20 anak dibagi dalam beberapa kelompok. Mereka diminta menyelesaikan gambar tersebut dengan cara bekerjasama. Adik-adik nggak mungkin dong bisa anteng selama mengerjakan. Ada yang saling senggol lengan temannya yang sedang menggambar, ada yang bertengkar, ada yang rebutan krayon, ada yang berlarian, ada juga yang marah-marah karena temannya hanya diam tidak mau membantu. Tapi justru makin seruuuu acaranya :)))
Bersama bu Ninik

3. Adik-adik juga diajak bercerita sama mas Naim nih. Mas-mas pemilik Taman Baca Mahanani Kediri ini mengajak mereka bercerita tentang raja, tukang becak, mengajak bernyanyi, tepuk tangan, dan juga membantu adik-adik mengeksplorasi apa saja kelebihan dan kelemahan mereka. Teman kanan-kiri mengisi lembar kertas yang dioperkan satu per satu yang berisi nama mereka masing-masing. Temannya menuliskan apa sih sifat baik dan kurang baik dari teman sebelahnya. Kertas diestafetkan terus secara melingkar hingga kembali kepada pemilik kertas sendiri. Kemudian mereka membaca dan menemukan "Oooh, jadi aku ini begini begitu ya menurut teman-temanku?" Asyik kan?! :)
Bersama mas Naim
4. Pagi setelah semalamnya menginap, adik-adik olahraga pagi dulu dong. Saat menunggu mas Rohmat --kakaknya Miftah (peserta), yang juga tetangga dan guru olahraga di SD Kaliombo dekat rumah-- datang, kami sempat bermain game "Kapal Karam". 
Peserta dibagi menjadi 3 kelompok besar (laki-perempuan dipisah), lalu mereka diminta untuk berdiri di selembar kertas koran yang dibuka lebar. Awalnya, koran cukup "dinaiki" oleh @6-7 orang peserta. Namun (dengan sebuah narasi), karena diterjang ombak dan badai berkali-kali, lama-lama bagian kapal pecah sedikit demi sedikit (koran disobek sedikit demi sedikit hingga luas koran tidak mencukupi untuk menampung seluruh anak di atasnya). 
Makin lama kapal mendekati karam. Adik-adik harus berpikir bagaimana cara agar tidak ada penumpang yang jatuh ke laut (ke luar koran). Apakah ada yang cukup nekat untuk menceburkan diri ke laut, mengorbankan diri untuk kepentingan kelompok agar teman-temannya selamat? Ataukah semua masih egois ingin bertahan di kapal, dengan resiko sewaktu-waktu justru seluruh penumpang tenggelam? Ataukah kapten kapal mempunyai cara yang lebih cerdik menghadapi situasi sulit tersebut?
Hahaha... adik-adik berteriak-teriak selama permainan. Perpaduan antara senang, antusias, takut "tenggelam", meneriakkan strategi yang tepat, ada juga yang sebal karena temannya tidak kooperatif.
Apakah permainan ini berakhir dengan damai? Tentu saja tidak! Ahaha... Antara kelompok laki dan perempuan saling bertengkar karena dianggap kelompok yang tenggelam terlebih dahulu ikut mengganggu kelompok lain yang masih berusaha mempertahankan nyawa di atas kapal. Ah, namanya juga anak-anak :) Kalau semua berjalan lancar, namanya mahasiswa. Atau karyawan kantoran yang ikut outbond. Hehe...
Bersama mas Rohmat
5. Adik-adik dapat hadiah sosis bakar banyak bangeeet dari mbak Ria, juragan Sun's Sosis Kediri yang counter-nya ada di Jl. Veteran Kediri. Habis berbuka puasa, lanjut shalat tarawih, baru kemudian makan sosis ayam dan sapi yang enak ini. Lima menit langsung tandas :) Acara selanjutnya adalah renungan malam yang diisi juga oleh mas Rohmat.

Hihihi seru kan, kegiatan adik-adik di sini. Semoga lain waktu kakak-kakak pembaca bisa turut serta di acara kami yang lain ya, kak. Aku pribadi, ibuk, dan adik-adik mengucapkan banyak terima kasih yang tak henti-hentinya kepada seluruh panitia, donatur, relawan, para pengisi acara, orangtua, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggarannya acara ini.

Sampai jumpa, kakak-kakaaaak... :*

Artikel Terkait:
1. PURI ANJALI: Ketika Anak Bercerita
2. Mungkinkah Kita Ada untuk Mereka?
3. Pinjam Buku Gratis

10 comments:

  1. Wahhh.. Kak pety baik sekali sudah meng-iklan-kan Sun' Sosis.. Bunch of kisses *miumiumiu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang ya, orang cenderung fokus dan peduli pada dirinya sendiri. Haha. Suwun, mbak Ria atas sosinya.

      Delete
  2. jadi tulisan ini intinya.promosi sosis gtu? Halaah

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Keren juga ibukmu, mas Wan. We've single fighter mother :)

      Delete