Assalamu'alaikum

Untuk mahasiswa mata kuliah Psikologi Industri dan Organisasi semester 3, silakan mencermati tugas berikut dan mengerjakan sesuai dengan instruksi. Keterangan lebih lengkap telah kita bahas lebih mendalam di dalam kelas.

1
2
3
4
5
6
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum.


Assalamu'alaikum

Berikut adalah tugas Psikologi Perkembangan untuk mahasiswa semester 2, Prodi Psikologi Islam, STAIN Kediri. Silakan membaca dengan cermat dan mengumpulkan hasilnya sesuai tenggat waktu yang telah saya informasikan melalui ketua kelas.

PANDUAN OBSERVASI DAN WAWANCARA “MASA BAYI”



TUJUAN KEGIATAN:

  • Mahasiswa memahami teori tentang perkembangan fisik, kognitif, dan sosioemosi masa bayi.
  • Mahasiswa terampil melakukan wawancara dan observasi sederhana kepada subjek yang relevan.
  • Mahasiswa mampu mempresentasikan hasil wawancara dan observasi lapangan ke dalam laporan yang komunikatif, atraktif, dan komprehensif.

TUGAS:

  1. Carilah satu orang subjek bayi usia 0 – 2 tahun beserta orangtua dan atau significant others-nya (orang yang hadir secara signifikan dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam hidupnya, seperti kakek-nenek, pengasuh, dll).
  2. Lakukanlah observasi terhadap bayi dan wawancara kepada orangtua/ significant others-nya berdasarkan panduan berikut. Boleh menambahkan aspek lain yang penting/ dianggap menarik dalam temuan data lapangan.
  3. Tuliskan/ gambarkan hasilnya dalam bentuk poster di kertas plano (kertas coklat besar) sekomprehensif dan sekreatif mungkin. Boleh dengan menempel-nempel informasi, foto, bagan, tabel, ataupun dituliskan langsung di kertas. Mata subjek ditutup untuk melindungi identitas.
  4. Beri keterangan di poster: nama mahasiswa, NIM, kelas.
  5. Pengumpulan tugas sesuai kelas asli (Selasa 26-3-2019 atau Kamis 28-3-2019) di ruang dosen gedung baru.

ASPEK YANG DIOBSERVASI DAN DIWAWANCARA:
Untuk dapat menggali informasi berikut, silakan baca ulang terlebih dahulu seluruh teori pada Masa Bayi. Keliru dalam memahami, mengamati, dan menanyakan, akan keliru pula dalam menyimpulkan data penelitian.

ASPEK FISIK

  1. Bagaimana kondisi kehamilan ibu dan janin dahulu? Adakah hal tertentu yang ternyata berpengaruh pada kehidupan janin sebelum dan setelah dilahirkan?
  2. Bagaimana proses melahirkan si bayi dahulu? Normal/ caesar, proses pembukaan 1-10, adakah kontraksi, dll?
  3. Bagaimana perkembangan fisik bayi hingga saat ini? (jika boleh, pinjam kartu Posyandu yang merekam data kesehatan dan pertumbuhan fisik bayi: berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, sakit yang diderita, dll)
  4. Bagaimana perkembangan motoriknya? (gerak refleks, motorik kasar, motorik halus)
  5. Bagaimana perkembangan sensasi dan persepsinya? (berkaitan dengan panca indera. Lakukan percobaan dengan alat-alat inderanya)
  6. Bagaimana pemenuhan Tugas-tugas Perkembangan pada masa bayi? Klik laman https://id.theasianparent.com/perkembangan-bayi/ dan cari milestone usia yang sesuai dengan subjekmu. Idealnya, ketika bayi mampu melakukan tugas-tugas di usia tertentu, tugas-tugas di usia sebelumnya juga sudah menguasai.

ASPEK KOGNITIF

  1. Bagaimana perkembangan kognitif Tahap Sensorimotor menurut teori Piaget? Apakah benar teori itu jika dilihat dari subjekmu?
  2. Bagaimana kemampuan atensi, mengingat, meniru, dan kategorisasi pada subjek? Lakukan percobaan sederhana untuk memastikan.
  3. Bagaimana perkembangan bahasanya?

ASPEK SOSIOEMOSI

  1. Bagaimana perkembangan emosi, temperamen, dan kepribadiannya?
  2. Bagaimana gaya pengasuhan dan kelekatan bayi dan orangtua/ significant others?
  3. Gambarkan konteks sosial bayi saat ini! Bagaimana dinamika keluarga, tetangga dekat, orang-orang yang berinteraksi dengan subjek? Bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangannya?

Terima kasih.



Satu kata untuk menggambarkan keseluruhan film ini: E K S O T I S!
Mungkin ini adalah film superhero-science-fiction-action terbaik yang pernah aku tonton. Salah satu mahakarya Marvel Studios yang amat sayang dilewatkan para penikmat film. Rating 5/5

Mengangkat isu soal jagoan super berkulit hitam dari negeri antah barantah bernama Wakanda, yang tersembunyi di benua Afrika. Narasi di awal sangat membantu penonton seperti aku yang tidak selalu runtut mengikuti cerita sebelumnya. Yeah, Black Panther adalah salah satu jebolan tim Captain Amerika sekuel Civil War, yang bahkan dulu tidak sempat aku perhatikan keistimewaannya.

Dilan, rindu kamu masih berat nggak?
Eh maksudku, jadi wanita memang berat, Dilan.

Wanita bekerja dibilang tidak mengutamakan keluarga, wanita di rumah dikatakan "kok enak banget gak ngapa2in di rumah?"
Sampai aku kepikiran lebih baik kerja Daud. Kayak puasa Daud gitu. Jadi sehari kerja, sehari enggak.
Biar celaannya pada wanita bisa paripurna.
Sehari dicela oleh pro ibu bekerja, sehari dicela oleh pro ibu rumah tangga.
Gitu terus sampai kiamat.

Anaknya kurus dibilang "kok kurus banget? Gak dikasih makan bergizi ya?"
Anaknya gendut dibilang "ih jangan gendut2 loh, nanti penyakitan."
Oalah Lan... Dilan.
Mana ada ibu yang gak memperhatikan makanan anaknya.

Wanita LDR dengan suaminya dibicarakan di belakang, "kok mau sih jauh2an sama suami? Gak enak banget pernikahannya."
Wanita serumah terus sama suami dibilang, "pasti sering tengkar tuh kalau tiap hari ketemu."
Nganu, Lan. Kayaknya orang2 itu kurang piknik.
Mbok sesekali dilihat, itu ibu2 LDR tiap hari gedebukan ngurusi rumah sendiri, anak2 sendiri, memastikan anak2 sehat, menguat2kan diri biar gak sakit, mengatasi masalah tanpa masalah, eh tetep aja digosipin.

Sampai yang paling aneh adalah ketika sambang bayi yang baru dilahirkan, muncullah kalimat bak petugas sensus penduduk, "wah, anaknya cewek semua ya, bikin lagi lah satu cowok."
Atau "masih satu ya, tambah lagi dong 2 anak biar rame."
Atau tiba2 kayak petugas KB, "ibu anaknya banyak banget. Udah lima. Stop stop!"
Jadi, Dilan...
Punya anak tunggal salah. Anak 2 cowok semua juga salah. Anak 3 cewek semua juga salah. Anak banyak juga salah. Belum punya anak juga salah.

Yang paling parah adalah...
Temannya teman kemarin cerita, ketika keluarga kecilnya belum memiliki keturunan, ada ceploooosss gitu yang tanya, "yang mandul sebenernya kamu atau suami?"
Helloooowhhh!
Coba tanya Milea nanti kalau udah gak jadi ABG labil lagi, gimana perasaan wanita itu.
Mungkin kayak luka, ditaburi garam, dikucuri air jeruk nipis, disayat2 pakai silet.

Sekali lagi,
JANGAN JADI WANITA, Dilan. Itu berat. Kamu gak akan kuat. Biar aku saja.

Lagian, ngapain kamu harus jadi wanita ya?

#dilan #wanita #strong
Rating 4/5.


sumber: google.com
Buku ini kali pertama terbit tahun 2007 di New York dan cetakan pertama Indonesia tahun 2012. Aku nemu buku ini di obralan Gramedia beberapa bulan lalu, juga di bazar buku GNI seharga 35rb. Murah sekali untuk ukuran buku 543 halaman. Sering aku kepo, kenapa Mizan kerap kali mengobral bukunya. Padahal bagus2.

Karya ini merupakan novel bergambar. Jadi tulisannya sendiri kira2 hanya sepertiga bagiannya. Selebihnya berupa goresan tangan Brian Selznick, penulis sekaligus ilustrator buku ini sendiri. Jarang lho ya, orang terampil menulis sekaligus bisa menggambar manual dengan rapi dan apik.

Aku yang sebetulnya antipati terhadap buku terjemahan (beberapa kali mencoba baca dan menyerah di tengah jalan karena bahasanya-yang-enggak-banget), kali ini harus mengacungi jempol untuk Selznick dan penerjemahya.

Bercerita tentang Hugo Cabret, bocah cilik lelaki yang hidup di Paris dengan setting tahun 1931. Rupanya novel ini diangkat dari kisah nyata.
Cabret menemukan sebuah mesin berbentuk manusia yang sedang menulis, di reruntuhan museum tempat ayahnya dahulu bekerja. Sedangkan ayahnya sendiri tewas ketika museum itu terbakar, entah karena sebab apa.

Hugo Cabret yang mewarisi keterampilan ayah dan pamannya dalam hal mengutak-atik mesin dan bertugas menjaga seluruh jam di stasiun agar tetap berjalan tepat waktu, sangat tertarik dengan mesin itu. Ia berusaha membetulkan setiap inchi mesin manusia tersebut dengan barang2 yang dicurinya dari sebuah toko mainan di stasiun. Iya, Cabret adalah bocah penuh penasaran sekaligus pencuri ulung.

Yang tidak disadari Cabret, ternyata mesin misterius itu menyimpan rahasia besar masa lalu tentang seseorang yang kini telah menua. Masa lalu yang sangat ingin dilupakan.

Yang jelas, buku ini cukup aman dibaca bahkan untuk anak SD. Bahasa dan alurnya sederhana, konfliknya proporsional dan ada pesan moral manis di akhirnya. Gambar yang disuguhkan membantu anak berimajinasi mengenai penokohan dan jalan cerita.

Yuk, kita bantu anak2 menyenangi buku!