Menjelang Ramadhan

, , 10 comments
Kemarin rasanya nyesek banget.
Ada beberapa hal nggak enak yang terjadi.
Aku denger berita yang nggak ingin aku denger dari teman lamaku. Tetangga depan rumahku meninggal dunia, dimana beliau adalah orang yang sering menggendong, merawat, dan menemaniku bermain (bersama istri dan anak-anaknya) selagi ibuku ke kantor, dulu waktu aku kecil. Ada rencana yang nggak sesuai prediksi selesainya. Dan ketemu temen yang malah bikin hati nyesek.

Satu lagi, kemarin baru aja diingatkan saudaraku bahwa aku pernah diberi "wasiat" oleh almarhum om-ku untuk melakukan sebuah tugas. Sayangnya, aku hampir sama sekali lupa dengan hal tersebut (beliau menyampaikannya sekitar akhir tahun lalu -dan meninggal bulan Februari kemarin-). Waktu itu aku tidak paham bahwa itu adalah pesan terakhir beliau kepadaku. Rasanya nyesek ketika menyadari bahwa aku melakukan "tugas itu" sekedarnya saja, padahal ini menyangkut masa depan seseorang. Walau dulu seingatku memang aku tidak pernah 100% menjanjikan hal tersebut, tapi aku bilang pada beliau "akan mengusahakannya". Ini yang bikin aku sampe sekarang merasa bersalah. Itu pesan beliau. Dan aku belum menjalankan secara optimal. Ini bener-bener bikin aku pengen nangis.


Dan di tengah kenyesekan itu, didorong oleh rasa penat dan stres, aku memberanikan diri melakukan sesuatu.
Aku potong rambut pendek. Setidaknya ini potongan terpendek selama 15-17 tahun terakhir. Dan ketika nulis ini, aku baru sadar ternyata aku mempertahankan salah satu bagian dari diriku tersebut tidak mengalami perubahan signifikan selama belasan tahun. So old thing!
Aku tau pasti ibuku bakal ngomel kalau nanti mengetahui hal ini, karena menurut ibuku, wanita yang ideal adalah wanita kembang desa anak pak lurah yang punya rambut hitam panjang bak gadis Sunsilk macam Annisa Pohan. And yesterday i broke the rule (khususnya memang aku nggak pernah ada mirip-miripnya sama Annisa Pohan).
Ketika aku bilang kepada mbakku, "Mbak, aku arep potong"
Dia menjawab, "Sampeyan stres yo? Tumben gelem potong"
"Iyo"


Anyway, SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA bagi teman-teman yang menjalankannya.
Selamat beribadah sebanyak-banyaknya di bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka ini.

Se-nyesek-nyeseknya aku kemarin, syukurlah aku segera sadar bahwa tahun ini seharusnya menjadi tahun yang membawa berkah buatku. Setidaknya, aku sendirilah yang harus menjemput berkah ini.
Aku sudah hampir selesai sekolah, aku (harusnya) semakin dewasa dan bijak dengan banyak hal yang terjadi setahun terakhir ini (dua om-ku meninggal dan 4 sepupuku menjadi yatim, seperti diriku), aku banyak menemukan teman dan kenalan baru, aku senang bisa konsisten nge-blog mulai awal tahun ini, hari ini aku mendapatkan rizki yang lumayan (dan mungkin awal minggu depan ada lagi), dan aku semakin berani melakukan hal-hal yang selama ini belum pernah aku lakukan.
Selamat ber-hari esok, selamat menyambut Ramadhan, selamat berpuasa dan berbuka, selamat bertarawih, selamat mengaji, selamat nyekar ke makam leluhur (aku belum sempat), dan selamat berbahagia selalu.


Fabi'ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadz-dzibaan... (QS. Ar-Rahman)
MAKA, NIKMAT TUHANMU MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN?

10 comments:

  1. Selamat menjalankan ibadah puasa ya, Pet :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. met puasa juga ya Dit... *tumben kamu bener manggil aku "Pet", biasanya kan "Put", hahaha*

      Delete
  2. selamat menjalankan ibadah di bulan ramadhan ya mbak. mohon maaf jika ada salah2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. selamat beribadah juga mbak Nella. Mbak gak ada salah kok, mungkin saya yang banyak salah2. Maafkeun yaaa :)

      Delete
  3. pelajaran yang berharga... memang kalau mengerjakan segala sesuatu hari 100% ya... selamat menjalankan ibadah puasa ya... semoga puasa kali ini dapat dijalani dengan aktifitas yang lebih baik ya..

    ReplyDelete
  4. Selamat Menunaikan ibadah puasa ya mba. semoga lancar sampai ahri kemenangan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiinnn... selamat berpuasa juga, mbak Lia :)

      Delete
  5. Puasa ini semoga mengobati perasaan kita yang lagi stress, semoga lebih sabar mba, dan biarkan yang lalu berlalu. Nextnya benar kata pak applause, must 100% :D

    Selamat menunaikan ibadah puasa dan salam kenal dari saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin amin amin... iya, semoga Ramadhan sebagai healer-nya :) Selamat menunaikan ibadah di bulan suci ini juga, mas Kharis...

      Delete