Air Mata Terakhir

, , 23 comments
Kutatap senyummu sekali lagi
Masih sama seperti setahun dua tahun yang lalu
Tetap menawan

Jika saja aku tidak sedang menatap foto pernikahanmu dengan sang gadis pujaan
Mungkin aku sudah jatuh cinta padamu lagi
Seperti alasan pertama mengapa aku menyukai dirimu

Kulihat senyummu kali ini lebih merekah, lebih penuh, lebih bahagia
Dengan balutan busana berwarna perak, kau menggandeng bidadarimu ke pelaminan

Ah, terjadi juga hari bersejarah itu
Antara dirimu... dan (ternyata) bukan diriku


Berbulan-bulan setelah sebuah kejadian yang merobek hatiku
Aku kadang masih menangis tengah malam, sendirian
Di tengah pergumulanku menyelesaikan 6 laporan kuliah
Yang masing-masing berisi 60-120 halaman tulisan ilmiah
Dan di sela-sela sidang-sidangku
Yang harusnya aku memiliki emosi yang stabil
Saat-saat aku butuh sekali dukungan dan sekedar semangat
Untuk dapat melewati semuanya
.....Kau sudah tak ada


Pernah aku mencari sosok yang menyerupaimu
Yang putih bersih mempesona
Yang ketika bercerita lelucon paling garing pun bisa membuatku tertawa terbahak-bahak
Yang aku tak bisa berpura-pura menjadi manusia sempurna
Sebaliknya aku rela kau mengetahui bahwa aku orang yang penuh cela

Tapi aku salah besar
Mencari pengganti yang menyerupaimu hanya akan membuatku hidup di bawah bayang-bayangmu, sekali, dua kali, tiga kali lagi
Aku akan menjadi manusia paling tidak adil sedunia
Yang membandingkan kelebihanmu dengan kekurangan orang lain
Aku akan melihat senyumnya sebagai senyummu
Cerita-ceritanya sebagai ceritamu
Kebaikannya sebagai kebaikanmu
Dan ujungnya, aku akan lelah ketika mengetahui bahwa aku masih berdiri di titik yang sama
Tak pernah melangkah kemana-mana

Kini, mungkin lidahku terlalu kelu untuk mengucapkannya langsung padamu
Sebaris doa pernikahan yang indah ini:
Barakallahu lakuma wabaraka 'alaikuma wajama'a bainakuma fi khair
Semoga Allah senantiasa menghimpun keluargamu dalam kebaikan, dunia dan akhirat
Semoga bidadarimu setia menemani ketika kau menulis buku-bukumu
Semoga ia tak lelah mengingatkanmu untuk beribadah kepada Tuhanmu
Semoga ia tak lupa membuatkanmu secangkir teh dan setangkup roti untuk sarapanmu
Semoga kau mendapatkan pangeran dan bidadari kecil yang lucu nan pintar
Seperti keinginanmu dulu :)

Tak ada lagi cerita tentang "kita"
Tak akan ada lagi cintaku untukmu, selain kasih sesama manusia

Dan saksikanlah... ini adalah air mata terakhirku... untukmu.

23 comments:

  1. I feel you Fatma, semoga cepat dapat ganti yang lebih baik. Jangan cari duplikat imitasinya tapi cari figur yang benar-benar baru. Lekas #moveon ning :)

    ReplyDelete
  2. eaaa blognya galaoww mbak ya :p kunjungi blog saya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kebetulan yang kamu baca lagi bagian galaunya :) okee

      Delete
  3. Sisipan ini "Barakallahu lakuma wabaraka 'alaikuma wajama'a bainakuma fi khair" nya bikin lebih manis mbak :D

    ReplyDelete
  4. sedang galau nih kelihatannya..... semoga bisa dapat yang lebih baik ya... pasti masih banyak kok lelaki yang lebih dan lebih.... hehhehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiiiinnn... iya mas, masih ada langit di atas langit, ada cahaya di atas cahaya (nuurun 'ala nuurin) :)

      Delete
  5. Replies
    1. cemunguth juga skripsinya ya dek, tinggal dikit udah pake toga tuh :)

      Delete
  6. Sahurr...sahurr
    baca ini aja http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/sayap-yang-tak-pernah-patah.htm

    Semangat ah, Ramadhan tinggal 20 hari lagi. galaunya di delay dulu ato di cancel

    ReplyDelete
    Replies
    1. hah, sahurnya setengah 2 Waktu Indonesia Bagian Kebonsari Elveka? -_-'
      iya, makasih ustadz. Galaunya udah lewat. Kalo di-delay kan ntar datang lagi galaunya, nah ini insya Allah udah gak lagi deh. Lagian kemarin galaunya pas aku lagi gak puasa *ngeles*
      suwun link-nya :)

      Delete
  7. wah lagi galah yah kak... muvon kak muvon..hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yiey yiey! Galaunya udah selesai. Muvon! :)

      Delete
  8. kisah yang sama saya alamin tahun kemarin,,,ampe sekarang masih notog di hati,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo notog, waktunya belok mbak, nggak usah puter balik, ntar galau lagi :D
      yuk yaaa yuuukkk...

      Delete
  9. Replies
    1. hai, ini mas yang follow saya kemaren di twitter? salam kenal :)

      Delete
  10. ..
    It's times like these you learn to live again
    It's times like these you give and give again
    It's times like these you learn to love again
    It's times like these time and time again
    ...

    [Foo Fighters - Times Like These]

    ReplyDelete
    Replies
    1. holaaa... liriknya keren deh. Kamu siapa? :D

      Delete
  11. Biasa kalau galau, tulisannya jadi lebih bagus. segera cari pengganti, kaka. bikin buku, dong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ooh jadi kalau gak galau, tulisanku jelek nih? :p
      yuk nulis buku bareng yuk Dit *serius*. Kalo gak ada temennya/ gak ada yang motivasi terus, suka males2an nulis nih ~> masih payah dengan self target :|

      Delete
    2. aku bikin buku? hmmmm... ada rencana sih, cuma cuma cuma.. idenya ga kunjung datang. buahahah =))

      Delete