Terjemahan judul: Mengapa Aku Menjadi Dosen?
Januari 2014.
“Ndhuk, ning endi?” suara ibuk memecah keheningan melalui ponsel.
(Nak, dimana?)
“Ning nggone kancaku, buk. Perpustakaan. Enek apa?” jawabku.
(Di tempat temanku, buk. Perpustakaan. Ada apa?)
“Ngene lho. Sampeyan ditimbali ustadz Fulan. Dienteni saiki ning kampus. Isa?”. Pembicaraan khas ibuku yang to the point.
(Begini lho. Kamu dipanggil ustadz Fulan. Ditunggu sekarang di kampus. Bisa?)
Januari 2014.
“Ndhuk, ning endi?” suara ibuk memecah keheningan melalui ponsel.
(Nak, dimana?)
“Ning nggone kancaku, buk. Perpustakaan. Enek apa?” jawabku.
(Di tempat temanku, buk. Perpustakaan. Ada apa?)
“Ngene lho. Sampeyan ditimbali ustadz Fulan. Dienteni saiki ning kampus. Isa?”. Pembicaraan khas ibuku yang to the point.
(Begini lho. Kamu dipanggil ustadz Fulan. Ditunggu sekarang di kampus. Bisa?)